Pasar Santa : Menolak Mati, Menolak Sama

Salahsatu selasar Pasar Santa - Photo By Ramadhanu Mulya
Sore itu, saya dan teman saya memutuskan untuk rehat sejenak dari kesibukan magang, dan pergi ke sebuah pasar yang anehnya dipenuhi oleh banyak muda - mudi. Pasar Santa namanya. Terletak di area Jakarta Selatan, pasar yang satu ini tidaklah seperti pasar yang ibu - ibu senang untuk mengunjungi. Tidak ada jual beli ayam ikan atau daging sapi. Di Lantai 2 dari pasar ini, saya menemukan hidden gem diantara belantara hutan beton Jakarta.

Kesan pertama saya mengenai Pasar Santa adalah kumuh, tidak terawat dan terkesan terbengkalai. Banyak tenant yang sudah tutup, bangku - bangku ada yang patah, beberapa barang hanya diletakkan sembarangan, tidak ada estetikanya. Teman saya berasumsi bahwa toko-toko tersebut masih tutup karena waktu baru menunjukkan jam 17.00. Namun hingga malam tibapun, toko-toko tersebut tetap tertutup rapat.


Namun, rasa ingin tahu saya merasuki sembari saya mengintip - intip jalan - jalan sempit diantara tenants tersebut. Akhirnya kami memutuskan untuk sedikit bereksplorasi, and I'm glad that we did. Kami melewati banyak toko - toko unik, ada yang membuat action figure hantu tuyul dan hantu hantu lokal lainnya, ada pula yang menjual piringan hitam, toko kopi dengan vibe 70an lengkap dengan mesin permainan arcade jadul dan bahkan ada sebuah perpustakaan yang menampilkan seorang bule sedang ber epilog mengenai hal yang saya tidak bisa pahami (dalam hal yang baik).


Pasar Santa bagai dunia tersendiri. Tersembunyi dan terisolir dari bagian Jakarta yang lain, suasana yang saya rasakan jauh dari hiruk pikuk kesibukan kota metropolitan ini. Tempat ini adalah simbol pemberontakana atas status quo. Dan setiap tenant adalah ekspresi dari tiap pemiliknya, meskipun perlahan mulai redup dan tutup. Saya harap tidak.

Menjelang malam, saya dan teman sayapun memutuskan untuk membeli kopi disalahsatu tenant yang baru saja buka, ada promo menarik, dan rasa kopinya pun lumayan. Tak lama setelah itu kamipun pergi. Namun eksplorasi saya di Pasar Santa belum berakhir, dan tentu saya akan kembali.

Comments

Popular posts from this blog

Anomali LGCG dan Mempertanyakan Kebijakan Emisi Kendaraan Bermotor Indonesia